SUNGGUH, “pikiran
adalah sesuatu yang konkrit” dan merupakan sesuatu yang kuat kalau dipadukan
dengan tekad yang bulat, ketekunan, dan keinginan yang menyala-nyala untuk
penjabarannya dalam wujud kekayaan, atau materi lainnya.
Beberapa tahun yang lalu Edwin C Barnes
menyadari betapa benar bahwa orang bisa benar-benar berpikir dan menjadi kaya. Penemuannya ini tidak diperoleh ketika
ia sedang duduk berpangku tangan. Penemuannyadatang sedikit-demi sedikit,
bermula dari keinginan yang menyala-nyala untuk menjadi mitra bisnis Edison
yang agung.
Salah satu ciri khas utama keinginan Barnes
adalah bahwa keinginannya pasti. Dia ingin bekerja bersama
Edison, bukan untuk dia. Perhatikanlah baik-baik bagaimana dia berusaha
menjabarkan keinginannya menjadi kenyataan, dan anda akan memperoleh pengertian
yang lebih baik mengenai prinsip yang menuju kekayaan.
Ketika keinginan atau impuls pemikiran ini
mula-mula terpancar ke dalam pikirannya, dia dalam keadaan yang tidak
memungkinkan untuk mengambil tindakan. Ada dua kesulitan menghambat jalannya. Dia
tidak kenal dengan Edison, dan dia tidak mampu membayar karcis kereta api untuk
pergi ke East Orange, New Jersey. Kedua kesulitan ini sudah cukup untuk
membuat kebanyakan orang putus asa, sehingga tidak berupaya untuk memenuhi
keinginannya. Tetapi ini bukan sembarang keinginan!
Mau tau kelanjutan dari kisah Edwin
C. Barnes? Panteng terus blog ini ya :D, sekian dari saya wasalamualaikum.

Komentar
Posting Komentar